FUTURE

Look at your future

Arsip untuk ‘Cermin diri’ Kategori

KAPAN NIKAH??

Posted by cahracetho pada 19 Februari 2010

Dah berapa kali pertanyaan tu trus menghujamku. Seperti biasa ku jawab, ah gampang klo dah saatnya juga bakalan nikah. Tapi kalo dipikir juga kapan ya aku nikah, ditanya tentang calon, belum ada, ditanya tentang kriteria, susah juga jawabnya tapi setidaknya ku tau mana yang cocok buat aku. Kalau mau cari secara fisik, banyak juga yang cocok tapi kalo nyari yang pas di hati, nah tu susah.

Apa sih tujuan kita nikah?agar kita da yang merhatiin?selama ni aku g diperhatikan juga bukan masalah. Pernikahan bukan penindasan, aku g pingin istri cuman untuk nemenin tidur, suruh masah, suruh nyuci, g beda dong ma pembantu.

Aku pingin ada tukaran pikiran dan hati antara pasangan, saling mengisi. kekurangan dia adalah kelebihanku dan begitu juga sebaliknya.

Tapi ya itu, kapan ya nikah?gimana besok aku dapat jodoh?gimana aku yakin bahwa dia bener-bener pasanganku?…

just flow…aku hanya tau bahwa Allah tlah tentukan yang terbaik

Ditulis dalam Cermin diri | 4 Komentar »

TARGET???

Posted by cahracetho pada 19 Februari 2010

Ku dengar isian pengajian tadi pagi, saat aku terpaksa “dibelakang” karena urusan bisnis perut, yah istilanya barter gitu. Inti dari isian pengajian itu, Apa sih target dari hidupmu?itu secara umumnya, kalau dispesifikasikan ke dalam urusan pribadi kita, ya apa sih target dari semua kegiatan kita.

Kalau aku menjawab, aku pingin semua perfect, sempurna di mataku dan mata-mata lainnya. Tapi sangat sulit emang kalau mencapai sebuah kesempurnaan. Semua orang pastinya menginginkan hasilnya sempurana dalam kegiatannya. Relatif, bisa dibilang seperti itu, semua memandang kesempurnaan tiap pribadi itu punya kriteria masing-masing. Hah, susah juga ya pertanyaan itu, padahal bisa dibilang pertanyaan yang gampang tapi entah untuk mengungkapkan jawaba itu sulit terbelit-belit di hati..

So…Apa target dalam hidupmu???…kaya?popularitas?

only you know the answer..

Ditulis dalam Cermin diri | 3 Komentar »

BE YOURSELF

Posted by cahracetho pada 19 Desember 2009

Jadilah diri sendiri

g sah sok ngatur orang laen kalau diri kita sendiri sulit diatur

g sah sok campur tangan rumah tangga orang kalo rumah tangga kita g mau dicampurin

g sah sok bina orang laen kalo diri kita g mau di bina

semua berawal dari 1 titik, diri kita sendiri. Bila inginkan perubahan, rubahlah dari diri sendiri.

Ditulis dalam Cermin diri | 1 Komentar »

KATANYA

Posted by cahracetho pada 9 November 2009

Manusia emang benar-benar sempurna diciptakan oleh -Nya. Dianugerahi panca indera bonusnya akal dan hati. Lidah, semua dosa berawal dari lidah, kebohongan-keboh0ngan, rayuan-rayuan ato perkataan yang tak mengenakan bagi sang pendengar pun bermula dari lidah yang tak bertulang ini.

Lucu lagi kalau ada pemberitaan yang tidak jelas atau suara-suara yang tidak bersumber. Katanya ini katanya itu tidak jelas bagaimana itu. Mungkin berita itu sudah dibumbui oleh beberapa orang atau bahakan berita itu yang sebenarnya sebuah lelucon tapi dianggap serius oleh penerima.

Entah karena kita kurang masalah sehingga setiap berita yang tidak jelas ujungnya menjadi beban kita. Masih ada masalah yang mesti kita prioritaskan untuk dipecahakan daripada mendengar dan memikirkan berita yang tidak jelas buat kita. kalau berita itu mengenai kita dan tidak mengenakkan buat kita, apakah kita harus kroscek kemudian mencari-cari fakta yang ada hingga pikiran, emosi dan tenaga kita terkuras habis untuk ngurusi itu semua. Pribadi saya, saya akan cuek dengan berita itu walaupun berita itu memfitnah saya dan hampir membunuh profil saya di mata orang, tapi saya yakin bahwa berita itu hanyalah fitnah dan saya percaya bahwa Yang Diatas akan mengurus semua. Dari pengalaman saya bahwa akhirnya berita itu tenggelam dengan sendiri dan tergilas oleh waktu. Sebelumnya orang-orang yang memfitnah dan percaya dengan fitnah itu pun mulai mundur dengan sendirinya, entah karena mereka datang sendirinya ke saya dan bertanya sebenarnya apa ataukah mereka mulai menyerah dengan saya bahwa fitnah-fitnah itu tak akan mengganggu hidup saya. CUEK

Kita hidup tak akan lama, jangan kita sia-siakan hati dan pikiran kita untuk terjerumus dalam lubang fitnah dan lingkaran setan. Biarkan semua terjadi adanya selama kita masih dalam rel. Jagalah nikmat yang Allah berikan kepada kita, jangan kita rusak hati kita hanya untuk memfitnah dan mempercayai fitnah dari katanya-katanya, kasian otak kita yang kecil ini memikirkan hal-hal yang sepele. Ada yang lebih penting yang harus kita pikirkan.

Ditulis dalam Cermin diri | Tinggalkan sebuah Komentar »

PERUBAHAN

Posted by cahracetho pada 13 Juli 2009

1 bulan coba untuk mengamati dan berdiam diri. Mencoba memahami kenapa ini semua.

1 bulan kemudian aku coba berubah tuk jadi lebih, tapi semua terbayang sia-sia ketika perubahan ini tiada efeknya dengan sekitarnya.

Memulai perubahan diri sendiri sama juga sulit ku capai bila sekitarku masih sama. Tak ingin ku teriakkan biar mereka sadar karena ku tau sebenarnya mereka juga tau.

Mungkin berikutnya aku harus bersabar, karena ku tak ingin semua pengorbananku sia-sia.

Ditulis dalam Cermin diri | 2 Komentar »

PESAN AYAH

Posted by cahracetho pada 16 Juni 2009

Anakku…Kenapa engkau menangis?

Kau mudah menangisi hanya karena manusia, kehilangan tahta, harta atau hanya terjatuh

Tapi, Pernahkah kau menangisi diri sendiri?

Simpanlah air matamu untuk Tuhanmu

Ketika kamu menyesali dosa-dosa dan kesalahanmu


Ditulis dalam Cermin diri | Tinggalkan sebuah Komentar »

SOBAT TERBAIK

Posted by cahracetho pada 10 Juni 2009

Aku ingin bercerita tentang sobat terbaikku yang pernah aku miliki. Ayahku mengenalkan aku dengannya di lima tahun usiaku. Meski belum banyak mengerti, aku masih ingat kata-katanya, “kapanpun dan dimanapun, jadikanlah ia peganganmu, Insya Allah kamu akan selamat”. Setelah saat itu, aku mulai rajin untuk mengenalnya. kemana pergi selalu ku ajak serta. Ia bukan saja sobat terbaik bagi diriku, tapi juga sobat terbaik bagi semua orang, begitu cerita ibuku.

Ia tidak pernah meminta diajak serta, karena semestinya kita yang membutuhkan keberadaannya kemanapun langkah kaki kita. Senantiasa memberikan jawaban atas semua tanya, mengoleskan kesejukan untuk setiap hati yang gersang. Bagi yang gelisah dan gundah, ia akan menjadi obat mujarab yang mampu memberikan ketenangan. Ia juga menjadi pelipur lara bagi yang bersedih. Tanpa diminta, jika kita mau, ia slalu menunjukkan jalan yang benar dengan cara yang sangat arif. ikuti jalannya jika mai selamat atau tak perlu hiraukan peringatannya asal mau dan sanggup menanggung semua resikonya.

Ia tak pernah memaksa kita untuk mematuhinya, karena itu bukan sifatnya. Tutur katanya, indah menyejukkan, menyiratkan kebesaran Mha Pujangga dibalik untaian goresan barisan hikmah padanya. Tak ada yang sehebat ia dalam bertutur, tak ada pula yang seindah ia dalam bersapa. Hingga akhirnya, setiap yang mengenalnya, senantiasa ingin membawanya serta kemanapun, terik ataupun mendung, ia kan setia menemani. Cukup hanya dengan menyelami kedalamannya, tak terasa setitik air bening mengalir dari sudut mataku. Hingga sati masa, aku begitu mencintainya. Sungguh tiada tanding Maha Pujangga pencipta sobat terbaikku ini.

Pernah aku lupa tak membawanya serta ke satu tempat. Esoknya sewaktu ke tempat yang berbeda, aku tak mengajaknya serta, karena kupikir untuk ke satu tempat ini, aku merasa tak pantas membawanya serta. Esok harinya dan seterusnya, entah lupa entah sudah terbiasa sobatku ini tak pernah lagi ku ajak serta. Kubiarkan ia berhari-hari bersandar di salah satu sudut kamarku. Aku semakin lupa hingga berjalnnya waktu, padahal ia senantiasa setia menungguku hingga berdebu.

Hingga satu saat, bukan sekedar lupa, bahkan aku mulai malu untuk mengajaknya. Disaat yang sama, semakin tak sadar jika diri ini telah jauh terseret dari jalur yang semestinya. Tapi aku tak peduli, pun ketika seorang teman menyampaikan teguran dari sobat terbaikku agar aku memperbaiki langkahku. Aku jawab, ia cerewet, terlalu mencampuri urusanku.

Dan akhirnya, langkahku terseok-seok, pendirianku goyah hingga akhirnya tubuhku limbung. Mata hati ini mungkin telah mati hingga tak mampu lagi membedakan mana putih mana hitam. Semakin dalam aku terperosok, tanganku mengapai-gapai, nafasku sesak oleh lupur dosa. Disaat hampir sekarat itu, mataku masih mampu menangkap sesosok kecil sarat debu, saat kurebahkan tubuh di kamar.

Sobat terbaikku yang pernah ku miliki, ia masih setia menungguku di sudut kamar, dan semakin berdebu. Ku hampiri, perlahan ku sentuh kembal. “Jangan ragu, kembalilah. Aku masih sobat terbaikmu. Ajaklah aku kemanapun pergi. kuat seolah ia berbisik kepadaku dan menarik tanganku untuk segera menolongku.

Ingin ku menangis setelah sekian lama meninggalkannya. Ternyata, ia teramat setia jika kita menghendakinya. Kini bersamanya kembali kurajut jalinan persahabatan. ku taingin kembali masuk dalam jurang kesesatan.

Pesanku…ku yakin kita punya teman, sobat terbaik. Jangan pernah meninggalkanya, walau hanya sesaat..

Ditulis dalam Cermin diri | 1 Komentar »

BUKTIKAN

Posted by cahracetho pada 27 Mei 2009

Bangsa kita telah hilang citranya. Dulu terkenal saling tolong menolong dan menghargai satu sama orang. Mungkin karena di sekolah-sekolah kini tak lagi pelajaran agama dan pancasila.

Kita sering memerhatikan di media cetak atau elektronik, banyak orang menghina dan merasa tidak puas akan kepemerintahan atau banyak orang yang berdemo, unjuk rasa akan ketidakpuasan atas kebijaksanaan.

Tak pernahkah kita untuk bercermin diri atau kita sibuk menilai orang lain hingga kita tak tau bahwa kita menilai orang yang kita anggap salah ternyata kita pun juga salah.

Kita ingin Indonesia ini maju, pemerintah berjalan sesuai apa yang kita sebagai rakyat inginkan tapi pajak saja terkadang kita malas-malasan untuk bayar, menunggak atau g bayar, retribusi pun kita juga tidak mau bayar. Peraturan lalu lintas saja tak kadang kita terobos. Gitu kok nuntut yang diatas baik, kita yang perbaiki dulu

Kita ingin bangsa ini baik, tidak di mulai dari pemerintahannya tetapi kita sendiri yang memulai untuk baik.

Ditulis dalam Cermin diri | Tinggalkan sebuah Komentar »

ALLAH ITU PENCEMBURU

Posted by cahracetho pada 20 Mei 2009

Sadar g kalo kita hidup, satu-satu tujuan kita adalah menyembah Allah. Menghambakan diri pada-Nya alias apapun di dunia ini kita atas namakan allah, kita niatkan untuk Allah.

Tapi sadar g kalo Allah tu pencemburu, cemburu pada hamba-hambanya yang lebih mementingkan, lebih mencintai, lebih berkorban untuk sesuatu selain Dia?

Di dunia ini kita tau bahwa kita hidup hanya sementara, semua hanya permainan belaka. Apa yang kita cari akan hilang nantinya. Harta, tahta, anak dan wanita adalah perhiasan-perhiasan yang paling berharga di dunia ini. Semua demi perhiasan itu sal;ing menjatuhkan, apapun caranya untuk mendapatkan perhiasan itu dan ketika telah mendapatkannya kita lupa bahwa itu hanya perhiasan kamuflase.

yach…kita lebih mencintai perhiasan-perhiasan kamuflase di dunia hingga kita mengalahkan kecintaan kita pada Allah. Allah pencemburu, ketika hamba-hambanya melupakan dan menduakan Dia. Allah akan memisahkan kita terhadap apa-apa yang kita cintai, perhiasan-perhiasan dunia itu. Mudah bagi Allah untuk memisahkan kita dari harta yang kita cari, wanita yang kita cintai, anak-anak kita yang disayangi ataupun tahta yang kita rindukan, semua mudah bagi Allah.

Jangan buat Allah cemburu pada kita karena kita mencintai dunia lebih daripada kecintaan kita pada Allah. Allah Maha Berkuasa. Kita tiada apa-apa tanpa Dia. Apa yang kita cari di dunia, tak lain dan tak bukan juga karena Dia maka jangan melupakan Dia. Jadikan kecintaan kita pada perhiasan-perhiasan dunia ini untuk mendekat kepada Allah, untuk meningkatkan rasa cinta kita pada Allah.

Belanjakanlah harta kita pada jalan Allah. Ajak orang-orang yang kita cintai untuk mencintai Allah.

Ditulis dalam Cermin diri | 3 Komentar »

WAKTU

Posted by cahracetho pada 23 April 2009

Tak terasa waktu berjalan cukup cepat. Ngrasanya baru ja buka mata eh tiba-tiba harus nutup mata lagi. Tapi kalo dipikir ni hari kamis mau minggu masih lama banget, kalo kita jalani, oh begitu cepat. Yach, inilah kehidupan kita, tak terasa aja kita kini sudah bisa berlari kencang.

Kita harus bertindak setidaknya kita menyadari bahwa waktu sangat penting buat kita. Apakah kita menjalani waktu dengan biasa sekedar rutinitas. hari kemarin, sekarang dan besok tiada istimewa, biasa tiada lebih baik dan perbaikan.

Kita sudah tau kalau waktu bagaikan pedang. Apabila kita bisa mahir untuk menggunakan dengan baik maka kita bisa menggunakan untuk membunuh musuh-musuh kita tetapi kalau kita tidak bisa menggunakannya atau bahkan sembrono maka bisa jadi kita yang akan terbunuh sendiri.

So..hanya kita yang bisa menghandle waktu kita, bukan aturan, agenda, orang tua, ataupun orang lain. gunakan waktu kita untuk sesuatu yang bermanfaat buat diri kita. Jangan sia-siakan waktu karena itu juga berhubungan dengan kwalitas hidup kita.

Ditulis dalam Cermin diri | Tinggalkan sebuah Komentar »

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.